Berapa harga hidup kamu?

Kalo kalian follow instagram saya di @keisavourie, kalian tahu bahwa saya punya dua anjing corgi betina. Tempo hari salah satu anjing saya sakit dan harus dibawa ke dokter. Total biaya yang harus saya keluarkan, 1,5 juta rupiah. Sakitnya apa?

Hanya diare saja.

Apakah saya merasa rugi mengeluarkan uang yang tidak sedikit tersebut? Tentu saja tidak, karena buat saya nilai anjing saya jauh di atas biaya pengobatan tersebut. Saya rela mengeluarkan begitu banyak uang, karena bagi saya anjing saya sangat bernilai.

Kalo kamu punya mobil seharga 4 Milyar, kamu tentu tidak sungkan mengeluarkan biaya ratusan juta untuk perawatan. Karena nilai mobil tersebut kamu anggap PANTAS menerima pengeluaran tersebut. Tapi kalo nilai mobil kamu cuma 100 juta, lalu kamu diminta mengeluarkan 100 juta untuk perbaikan, kamu mungkin mikir mendingan buang dan beli baru.

Nah hidup kita juga sama. Kalo kamu memandang diri kamu bernilai rendah, maka kamu akan merasa ogah mengeluarkan uang untuk kehidupan kamu. Kamu merasa rugi keluar uang untuk beli baju, keluar uang untuk belajar sesuatu yang baru, keluar uang untuk bergaul di tempat yang baik, dan keluar uang untuk berbagai peningkatan diri lainnya. Akibatnya, kamu makin bernilai rendah dan makin tidak diminati lawan jenis.

Sementara orang yang bernilai tinggi, tidak akan merasa sungkan mengeluarkan uang untuk merawat dirinya dan meningkatkan kualitas dirinya. Karena biaya tersebut kecil dibanding nilai dirinya. Akibatnya, orang yang bernilai tinggi ini MAKIN BERNILAI TINGGI.

Jadi hari ini saya mau minta kamu merenungkan, berapa harga hidup kamu? Berapa harga diri kamu? Berapa nilai diri kamu?

Sahabatmu,

Kei Savourie