Atasan Mbencekno

Biasanya kalau atasan yang dibenci akhirnya resign.
Muncullah kegembiraan bersama. 🙂
Ada yang sampai extreme, tumpengan bersama.
Perasaan lega terbebas dari atasan yang “mbencekno”.

Berapa lama perasaan lega?
Mungkin 1 bulan / 2 bulan? atau sekian bulan.

Dan ternyata diganti atasan baru, berharap lebih baik.
Kenyataannya, jauh lebih parah dari yang lama.
Perasaan lega jadi hilang berganti dengan “kok enak dulu ya, dulu bisa begini begitu”.
Akhirnya merindukan masa lalu kepemimpinan atasan yang dulunya “mbencekno” itu. Muncul reuni bersama dengan mantan atasan, dan menggosip atasan baru (yang mendadak dibenci bersama). Dan atasan lama yang masih kepo berharap atasan baru tidak lebih baik dari dia (tanpa mengetahui dulunya mantan anak buah sempat tumpengan bersama saat dirinya resign).

Hidup memang seperti itu.
Selalu yang muncul adalah ketidakpuasan, tidak bersyukur.
Ekspektasi terhadap kesempurnaan terlalu tinggi.
Tapi tidak menyadari bahwa dirinya juga jauh dari sempurna.

Jadi…
Siapapun atasan anda. Betapa “mbencekno”, betapa tidak disukai.
Jangan biarkan hal itu mengganggu performance anda.
Pastikan karier anda terus naik.
Siapapun atasan anda.
Karena you work for yourself.
Your success is depending on your own decision.

Penulis : Ang Harry Tjahjono > https://www.linkedin.com/in/angharrytjahjono