Mengukur Diri Sendiri

Lebih baik mana: menyesuaikan penampilan diri dengan posisi yang akan dilamar atau tetap menjadi diri sendiri?

Dear Great People

Menjadi diri sendiri itu penting, tapi dapat menyesuaikan diri adalah hal yang tidak kalah pentingnya. Tinggal kita melihat batasannya: seberapa jauh kita harus menyesuaikan diri/penampilan kita tanpa kehilangan jati diri kita.

Beberapa bulan lalu saya sempat berdiskusi dengan salah satu client saya, membahas kandidat saya yang datang Psikotes dengan celana jins dan kaos oblong.

Apakah itu salah? Tidak

Apakah itu mempengaruhi penilaian user? Ya

“Ayolah Pak, we can’t judge a book from it’s cover” Bela saya

“Bob Sadino, Mark Zuckerberg, juga hampir tidak pernah terlihat pakai baju rapi” Desak saya lagi.

Client saya menggeleng “Bob Sadino is Bob Sadino Milka, People know who exactly Bob Sadino. Orang akan tetap mau berbisnis dengannya meskipun kemana-mana ia pakai celana pendek.”

“Demikian juga dengan Mark, orang tetap berlomba-lomba ingin bekerja di perusahaannya, walaupun dia selalu pakai oblong abu-abu.” Sambung client saya lagi.

“But this guy…” Client saya memegang CV kandidat saya di tangannya “I don’t think he’s a right person for me” Saya menghela nafas, menganggukkan kepala, akhirnya menyerah.

Client saya berdiri, namun sebelum ia meninggalkan ruang meeting ia berkata : “Oh ya Milka, kandidat u gak lolos bukan karena dia pakai oblong…”

Saya mengangkat kepala saya “lalu kenapa pak?”

“Karena ia belum bisa mengukur diri sendiri.”

Tandas klien saya, lalu meninggalkan saya, sendiri di dalam ruangan.

Saya terpekur… Merenungkan kata-kata klien saya, lalu menuliskannya.

Dan hari ini saya membagikannya untuk Anda, biarlah jadi pelajaran berharga untuk kita bersama

Have a Great Day Great People

by Milka Santoso > https://www.linkedin.com/in/milkasantoso/