Curhat Rekruiter

Akhir-akhir ini saya sering sekali menemukan posting atau curhatan tentang sulitnya mencari pekerjaan. Padahal, vacant position itu banyak sekali, berbagai posisi, lokasi, jabatan, dan skill.

Recruiter juga sekarang seringkali kesulitan menemukan kandidat yang match dengan kebutuhannya, (yok! Recruiters curhat juga!!). Either, technical skills-nya cocok, tapi attitude-nya belum match, otherwise kandidatnya sangat self motivated tapi technical skill-nya jauh dari kebutuhan, or else yang paling sedih adalah ketika sudah menemukan kandidat dengan technical skill yang memadai, dan potensi kandidat yang baik, attitude yang sesuai.. Eh! Harganya kemahalan atau sudah di hire lebih dulu oleh company lain.. Judulnya sih, memang belum jodoh.

But, i remember years ago di salah satu kelas Psiopin yang digelar, memang salah satu recruiter challenge saat ini adalah menemukan talent yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kita sepakat bahwa tidak akan ada kandidat yang 100% sudah ready dan match dengan pekerjaan yang tersedia, tetapi pengukuran Skill, Knowledge, dan Attitude pastinya tetap harus memenuhi standard minimal dari kebutuhan pekerjaan di company kita.

Menurut saya, dari sisi applicant dengan adanya kebutuhan tenaga kerja yang skilled, knowledgeable, dan attitude yang baik maka applicants harus mau invest lebih kepada dirinya, misalnya dengan baca buku self improvement, atau join dengan community, doing extra miles yang bisa “mempercantik” portfolios applicant. Lebih kece jika memang sesuai dengan expertise yang dimiliki (even more for professionals and mid high position).

Dari sisi recruiter, pendekatan one on one sepertinya sudah harus menjadi cara dalam menemukan “jodoh”-nya. Bangun relasi yang cukup baik dengan banyak qualified people melalui LinkedIn, memperbanyak komunitas-komunitas yang bisa memberikan rekomendasi talents terbaik.

Menurut anda bagaimana? Mari diskusi yuk 🙂

by Nanda Marifani Sani – https://www.linkedin.com/in/nanda-marifani-sani-9b892023