Reputasi dalam Dunia Kerja

Reputasi dalam dunia kerja. Penting atau tidak?

Betul kita bukan kerja untuk membuat orang lain menjadi terkesan, betul juga kita nggak boleh menghalalkan semua cara hanya untuk tampak keren di mata orang lain, tapi bukan berarti kita boleh punya reputasi buruk dalam dunia kerja. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan emas hanya karena reputasi yang ternoda. Memang harus diakui punya reputasi baik bisa sangat mempermudah ruang gerak kita dalam dunia kerja.

Itulah sebabnya jangan tinggal diam jika ada orang yang menginjak-injak reputasi kita. Ada kalanya kita bisa cuekin aja, tapi ada kalanya kita harus berani menegur mereka yang sudah kelewatan. Apalagi kalau mereka sudah bawa-bawa atasan. Bicara langsung pada atasan dan tunjukkan bukti-bukti yang kita miliki.

Ada orang yang jika didiamkan malah semakin menjadi-jadi soalnya. Belum lagi risiko bad habit-nya itu “menular” ke orang lain di kantor. Jangan sampai kita sudah berusaha menjaga tingkah laku tapi nama baik malah rusak hanya karena fitnahnya orang lain.

Kemudian jangan sampai lengah saat menegur si biang keladi. Orang-orang yang manipulatif pintar melakukan gas lighting seolah kita memang pantas mendapatkan fitnah dari mereka. Gaslighter seperti mereka juga tidak akan sungkan untuk menyindir kita sebagai “si gila reputasi” atau “si baper yang terlalu sensitif”. Mereka bisa dengan santainya mengatakan bahwa reaksi kita yang berlebihan di saat jelas-jelas mereka sudah merusak nama baik kita.

Tidak usah takut untuk berusaha mempertahankan nama baik kita sendiri. Jangan hanya duduk diam sambil berharap akan ada orang lain yang berjuang untuk kita. We are our own heroes, and it applies when it comes to our own reputation.

Penulis : Riffa Sancati > https://www.linkedin.com/in/riffa-sancati-60527b9a/


By the way, kalau perlu kursus untuk upgrade skill, bisa ke Coursera atau eTraining Indonesia. Keduanya memberi sertifikat yang recognized di dunia industri.


DAPATKAN SERTIFIKAT KOMPETENSI

Perbesar Peluang Karir dan Kerja

“Seseorang itu diterima kerja / dipromosikan karena skills, dan disukai atau tidak disukai lingkungan kerja karena attitude.”