Bukan karena Keberuntungan, tapi Kerja Keras

2015 saya mendapatkan beasiswa kuliah di Vokasi UGM (D3).
Waktu itu saya sangat senang dan segera pulang untuk mengabari Ibu.
Tapi respon Ibu saat itu diluar dugaan saya.
Ibu menangis dan mengarahkan saya untuk langsung bekerja.
Alasan Ibu saat itu adalah beasiswa tersebut masih belum cukup untuk menghidupi saya di Jogja, sementara Ibu juga kurang mampu untuk menanggung sisanya.
Ibu saya waktu itu masih bekerja sebagai pelayan toko di Pasar traditional di Magelang.
Sementara kakak saya sedang kuliah di UNNES lewat jalur bidikmisi.
Saat itu saya merasa down dan marah kepada Ibu saya.

Kenapa orang tua tidak mendukung saya?
Kakak saya bisa kuliah tanpa perlu bantuan Ibu lewat bidikmisi,kenapa saya tidak didukung?

Itu pertanyaan yang ada dipikiran saya saat itu.
2 bulan saya marah kepada Ibu saya, kemudian saya lulus dari SMK dan melanjutkan freelance saya di bidang Event Organizer.

Saya join di Hitam Production EO. EO yang cukup populer di Magelang saat itu.
Merasa penghasilan masih kurang, saya membuat EO saya sendiri bersama 2 orang rekan saya. Kami memberi Nama EO kami dengan nama “BnB EO”.
Penghasilan saya naik, tapi tidak berselang lama, teman saya meninggal karena kecelakaan waktu dalam perjalanan kerumah saya untuk membahas next event yang akan kita jalankan. Akhirnya EO kami bubar.

2 minggu saya menganggur dan hanya tidur di rumah.
Sampai ketika saya pulang nongkrong jam 2 pagi, saya melihat Ibu bangun untuk sholat Tahajud, kemudian Ibu berangkat kerja jam 3 pagi.
Disitu saya sadar bahwa saya harus kembali bekerja.

Paginya, saya menemukan info lowongan kerja di Astra dan PT United Can (Perusahaan tempat saya bekerja hingga saat ini).
Teman-Teman saya mendaftar di Astra, ya memang tawaran gaji yang jauh lebih besar lebih menggiurkan.
Tapi saya memutuskan untuk mendaftar di PT United Can karena perusahaan ini menawarkan program “Sekolah” setara Diploma 1 yang dilanjutkan dengan ikatan dinas selama 3 tahun.
Obsesi saya untuk punya gelar dan meningkatkan kemampuan masih sangat besar.

Akhirnya saya diterima dan berangkat ke Jakarta hanya dengan membawa uang 900 ribu rupiah hasil kerja keras Ibu saya selama 1 bulan. Tidak ada keluarga satupun disini. Dengan uang tersebut saya memutuskan untuk sewa Kos ukuran 2×2,5 m bersama 2 orang lainnya yang saya kenal begitu sampai di Jakarta. Dengan cara tersebut saya hanya perlu membayar 150 ribu rupiah untuk 1 bulan Kos. Sisa uangnya saya pakai untuk 1 bulan kedepan.
Program pendidikan di PT United Can ini cukup lumayan, kami diberi uang bulanan yang cukup untuk sekedar makan dan kebutuhan lainnya.

Di Pendidikan PT United Can, saya belajar tentang Teknik Mekatronika dan Mekanik.
Jalur yang sangat jauh dari latar belakang saya.
Selama pendidikan saya sangat tertekan dan merasa bodoh, saya sering mengeluh karena kurang bisa mengikuti pendidikan ini, saya hanya bisa mengikuti di MK Teori.
Teman-teman saya mengatakan bahwa saya hanyalah orang yang membatasi diri dengan kemampuan saya.

Lanjut next post.

Penulis : Fajar Arif Wicaksono > https://www.linkedin.com/in/fajarwicaksono/


By the way, kalau perlu kursus untuk upgrade skill, bisa ke Coursera atau eTraining Indonesia. Keduanya memberi sertifikat yang recognized di dunia industri.


JADILAH LEBIH KOMPETEN

Dapatkan Sertifikat Kompetensi