Bukan karena Keberuntungan, tapi Kerja Keras (part 2)

Setelah lulus dari pendidikan,saya bekerja di salah satu department sebagai asisten operator mesin. Hari pertama saya dimulai dengan membuat masalah. 85% produksi tim saya saat itu reject, dan saya adalah orang yang bertugas untuk mengecek kualitas produksi. Saya menjalani tugas tersebut selama beberapa bulan.

Obsesi saya untuk kuliah masih menghantui saya setiap hari.
Sampai akhirnya saya memberanikan diri untuk bicara kepada Manager saya saat itu (Pak Agus Purnomo) untuk minta diberi pekerjaan non shift supaya saya bisa kuliah.
Permintaan itu sempat ditolak, namun teman saya yang saat itu bekerja sebagai Kepala Admin (Aditya Putra Widodo) meminta saya untuk membantu pekerjaannya.
Permintaan tersebut di Acc oleh Pak Agus dan akhirnya saya bekerja non shift dan bisa kuliah seperti Adit.

Times flies so fast. Saya kuliah di UMB Meruya dan berkembang di bidang Administrasi dan System ERP.
Akhirnya saya dipercaya untuk menjadi Admin ERP system dan memiliki 4 orang tim.
2 orang di tim saya adalah teman saya saat pendidikan.
Hingga akhirnya salah satu tim saya melakukan kesalahan yang sangat besar dan saya pasang badan untuk bertangung jawab.
Namun siapa sangka, dengan kesalahan tim saya tersebut, justru nama saya bisa dikenal oleh Managers, dan orang besar lainnya.

Setelah dikenal, nama saya semakin harum dan karir saya justru meningkat.
Saya dipindah ke Department lain untuk mengurus KPI yang selama ini bobrok, dan saya berhasil meluruskannya dalam 3 bulan.
Setelah setahun, saya dipindahkan lagi ke Department Planning, salah satu bagian dari Supply Chain Management.
Saya mendapat promosi untuk menjadi Staff (Golongan yang lebih tinggi) sebelum saya lulus dari kuliah di UMB.
Kemudian saya lulus di tahun 2021 dan status saya sudah menjadi Staff dalam waktu 4 tahun bekerja. Menurut salah satu personalia, saya adalah orang yang paling cepat naik karirnya.

Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah.
Kini saya sudah menikah dan saya bisa membantu “3 dapur untuk tetap ngebul”.

Banyak orang bilang saya hanya orang yang beruntung, tak sedikit juga yang menganggap saya dibawa oleh salah satu Manager di PT United Can.
Tapi kali ini saya sharing apa yang sebenarnya terjadi.
Bahwa keberuntungan hanya didapat oleh orang yang bekerja keras dan berbakti kepada orang tuanya.

Semoga cerita ini dapat menginspirasi.
Panjang Umur Hal-Hal Baik!

Penulis : Fajar Arif Wicaksono > https://www.linkedin.com/in/fajarwicaksono/


Supaya karir meningkat,

TERUS KEMBANGKAN KOMPETENSIMU

Ikuti training online yang memberikan sertifikat bukti kompetensi.
Sertifikat diakui oleh industri manufaktur, mining, hingga perkebunan.
Diterima di Indonesia, Mongolia, Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste.


1 thought on “Bukan karena Keberuntungan, tapi Kerja Keras (part 2)”

  1. Pingback: Bukan karena Keberuntungan, tapi Kerja Keras | Blog eTraining Indonesia

Comments are closed.