IPK Tinggi plus Reputable University

Lagi rame yang bahas syarat IPK tinggi + lulusan dari “Univeritas Ternama”.

Diskriminatif?
Ntar dulu..

Ada perbedaan jelas antara kualifikasi dengan diskriminasi.

Apa itu kualifikasi?

  • Pengetahuan/kemampuan/skill tertentu untuk menjalankan suatu tugas/jabatan.
  • Pendidikan dan sertifikasi.
  • Kefasihan berbahasa tertentu.
  • Pengalaman sekian tahun di bidang tertentu.
  • Minat tertentu.
  • Attitude.

Apa itu diskriminasi?

  • Umur
  • Gender
  • Ras
  • Agama
  • Status pernikahan
  • Physical appearance
  • Disabilitas
  • Bahkan orientasi seksual

Lalu, IPK dan Universitas Ternama?
Tidak ada di kedua kuadran tersebut. Itulah kenapa ia mudah menjadi perdebatan hangat menjurus panas.

Pandangan saya?

Kalau diskriminasi, jelas big NO.
Kalau ada perusahaan yang mensyaratkan sesuatu yang diskriminatif, walaupun kamu sesuai kriteria, sebaiknya DIHINDARI!

Hanya “kualifikasi” yang boleh menjadi kriteria rekrutmen.

Namun, jika hanya dengan kualifikasi, akan sangat banyak lamaran yang masuk.
Apalagi untuk job entry level (untuk para #freshgraduate), yang pelamarnya rata-rata masih minim pengalaman, apalagi prestasi.
Makin banyak yang masuk, makin unlikely kandidat yang cocok dan bagus bisa terjaring.

Inilah kenapa, perusahaan top/besar/bonafit (apapun sebutannya), seringkali menambahkan satu atau 2 “desirablecriteria, seperti IPK tinggi dan dari reputable university.

Tak heran, yang mau masuk perusahaan tersebut ribuan, bahkan jutaan. Sehingga 1 cara mengerucutkan jumlah pelamar, sehingga menyisakan pelamar yang high profile, walaupun ada resiko mengeliminir yang berpotensi bagus.

Menyikapinya?

Siapa yang bilang dunia kerja ini adil?
Jangan mengeluh, jangan bersedih.
Dan terutama, jangan biarkan faktor dari luar menghambatmu.
Berdayakanlah faktor dari dalam, dan bersinarlah!

Lantas, pupus dong harapan “unreputable university” untuk masuk perusahaan besar?

TIDAK!

Caranya saja yang lebih berliku.
Instead of masuk sejak freshgrad atau lewat jalur MT, para unreputable harus masuk lewat jalur “experienced“, jalur “prestasi” dan “performance” di perusahaan sebelumnya.
Harus bersinar duluan.

Tidak tertutup kemungkinan, walaupun dengan jalan yang sedikit lebih rumit dan tempaan lebih keras.

Penulis : Andijaya Chandra > https://www.linkedin.com/in/andijaya-chandra-se-cpf-cpim-0575b223