Nego Gaji Saat Interview

Biasanya kami sudah cantumkan sallary, tapi bentuknya range sallary. Sehingga masih memerlukan nego sallary untuk mencapai angka fix yang disepakati bersama

Saat champion kandidat interview dengan saya, pertama saya lihat expected sallary kandidat di form yang sebelumnya sudah di isi.

Mostly.. mostly ya ini, saya temukan, bahwa expected sallary mereka ini 8-25% lebih tinggi daripada sallary yang mereka miliki sekarang.

Kalo lebih tinggi dari itu, saya note saja. It’s okay, semua berhak menyampaikan aspirasinya, namanya juga harapan mengenai gaji yang akan didapat, expected sallary. Tinggal kita lihat saja, apakah kandidat benar-benar kompeten atau tidak.

Kemudian, saya akan tanya, berapa expected sallary yang diminta. Saya tanyakan supaya bisa ngobrol mengenai alasan kandidat menuliskan angka expected sallary tersebut, dan melihat konsistensi kandidat dalam menjawab.

Jawaban-nya biasanya:

  1. Menyebutkan nominal yang sama dengan yang ditulis di form. Saya respect dengan kandidat yang konsisten, jadi saya biasanya sampaikan ulang, range di perusahaan kami berapa. Dan biasanya masih bisa di nego oleh kandidat
  2. Gaji sesuai dengan aturan perusahaan. Saya suka dengan kandidat yang seperti ini. Humble.. Open minded.. Dan biasanya kandidat sudah oke dengan range gaji kami.
  3. Gaji yang diminta jauh lebih tinggi dari yang dimiliki sekarang. It’s okay. Saya lihat profil kandidatnya. Kalau kompetensi oke, attitude oke, tinggal saya komparasikan dengan range di perusahaan kami. Kalau di perusahaan kami lebih rendah range-nya, tetap saya komunikasikan baik-baik, dan gak lupa menyampaikan plus-nya jika join di perusahaan kami.

Jadi, nego salary gak ada judgement sama sekali, dan sifat nya win-win solution. Agree?

Penulis : Anna Y. > https://www.linkedin.com/in/anna-y-6a73b8a6/