Jangan Lakukan Test Market

Seorang member LinkedIn mencoba test market. Berapa value dirinya? Saat dia melamar di perusahaan lain, dia diterima dengan salary yang lebih tinggi. Namanya juga test market, berarti ybs tidak niat utk join semestinya.

Saat informasi ke atasannya di perusahaan yang sekarang dengan mengajukan surat pengunduran diri. Atasannya menanyakan alasan resignation, dan diinformasikan mengenai new offer. Akhirnya? Diretensi lah dia dengan value sebesar “new” offer.

Wah test market berhasil. Gaji naik. Tetap stay di perusahaan lama.

Happy? yes.

Perusahaan yang dijadikan test market digantung selama 2 minggu sebelum decision “tidak menerima offer” karena stay di company lama.

Pola ini dijadikan sesuatu yang dianggap OK untuk menaikkan salary. Namun saat sesuatu itu dilakukan berulang-ulang akhirnya mendatangkan problem. Last year di 2020, mencoba melakukan hal yang sama. Test market (again). Diterima di perusahaan baru, dengan offer yang lebih tinggi. Dan (again) di perusahaan lama minta naik salary dengan value sesuai new offer. Kali ini perusahaan lama tempat dia bekerja menolak dan memilih melepas. Akhirnya resignation diapprove. Kerja selama 14 tahun berakhir dengan pengunduran diri.

Dirinya shock. Gak sangka. Bahwa test market kali ini gagal.

Akhirnya dia join di new company yang sebenarnya dia (kurang) berminat.

Ada harga ada rupa.

Ada posisi ada prestasi.

Bukan cuman mau posisi tapi tidak ada kontribusi.

Akhirnya 3 bulan probation gagal.

Gagal total. Jadi #talentready #jobseeker ditengah pandemi.

Mau balik ke company lama. Gak diterima.

Sempat curhat ke saya, saya cuman kasih satu solusi.

Say sorry ke company lama. Ceritakan apa adanya. Semua test market yang dulu dilakukan dst. Tell the truth. Dan inform jika butuh pekerjaan. Dilakukanlah hal tersebut. Bertemu dengan bekas atasan (bukan owner) dan mengakui semua hal yang pernah dia lakukan.

Bekas atasannya surprise. Krn? Gak pernah menyangka ada orang yang mau begitu jujurnya mengakui (meskipun mengakui krn terjepit). Anyway, short story, dijanjikan akan dipertimbangkan utk diterima jika ada posisi.

Dia menunggu 7 bulan lamanya, dan baru kamis lalu dikabari jika ada posisi kosong serta dia diterima kembali.

Lesson learn (menurut saya) :

Jika memang merasa salary tidak cukup, silahkan tanya ke atasan dan minta kenaikan. Jika tidak diberi, maka pilihan ada 2 :

  1. Cari new job.
  2. Tetap kerja di perusahaan lama dan tingkatkan prestasi

Jika sudah cari new job, niatkan. Dapat new job, sudah gak perlu test market. Just leave the company and start your new job.

Jangan test market, test your own value utk jualan.

Sometimes, the result is not reversible.

Penulis : Ang Harry Tjahjono > https://www.linkedin.com/in/angharrytjahjono/


By the way, kalau perlu kursus untuk upgrade skill, bisa ke Coursera atau eTraining Indonesia. Keduanya memberi sertifikat yang recognized di dunia industri.


DAPATKAN SERTIFIKAT KOMPETENSI

Perbesar Peluang Karir dan Kerja

“Seseorang itu diterima kerja / dipromosikan karena skills, dan disukai atau tidak disukai lingkungan kerja karena attitude.”