Loyalitas Kerja

“Kenapa belum setahun pindah kerja?”
“Bagaimana hasil dan kontribusi Anda di company x selama x bulan?”

Apakah ini:

Masalah loyalitas?
Kurang persistent?
Tidak cocok dengan kerjaan?
Sulit adaptasi dengan lingkungan?
Produk/Jasa tidak sesuai dengan skill?
Lari dari masalah?
Sekedar bosan?
Gaji dan kompensasi?

Banyak hal yang menyebabkan kenapa belum atau baru setahun seseorang pindah kerja.

Tapi, menurut saya, yang lebih penting untuk ditanyakan ke kandidat bukan lah “kenapa setahun pindah kerja” tapi apakah pindah kerja itu artinya dia tidak perform atau malah saking bagus-nya performance sampai disamber perusahaan lain?

Ngomongin loyalitas, kalau 15 tahun bertahan di perusahaan dan di posisi yang sama terus, ga naik, ga di promote, ini juga akan menjadi red flag bagi rekruter.

Kurang ambisi?
Performance pas-pasan?
Tidak mau grow?
Comfort Zone?

It’s not just about the duration of the employment, but what the contribution is like?

Siapa tau, baru kerja 6 bulan pertama udah bisa achieve target setahun?

In reality, namanya loyalty, goes both ways.

Company yang nggak bagus secara culture and lingkungan kerjanya dibiarkan toxic, akan susah mendapatkan loyalitas karyawannya.

Bagi seorang profesional yang performance-nya pas-pasan, kemudian lompat ke perusahaan lain dalam waktu kurang dari 1 tahun, harus membuktikan diri bahwa perpindahan tersebut bukan karena ketidakmampuan dia untuk menjalankan tugasnya di perusahaan lama. Beban? Yes tentunya.

Kalau memang benar-benar Anda high achiever yang konsisten selama masa kerja tersebut, maka calon perusahaan akan mendapatkan jawaban yang memuaskan dari mantan manager saat ada reference check.

So, dari sisi interviewer, ask, dig deeper.
Let’s not assume.

Dari sisi kandidat: Pertimbangkan masak-masak track record Anda sebelum membuat keputusan penting dalam perjalanan karir Anda.

Pernah dapat pertanyaan ini?

Penulis : Patricia Setyadjie > https://www.linkedin.com/company/patriciasetyadjie/


JADILAH LEBIH KOMPETEN

Dapatkan Sertifikat Kompetensi