Tahu Bersyukur

Di interview hari ini ada satu kandidat yang membuat saya simpatik dan respek.

Ia mengisahkan bagaimana ia lahir di sebuah desa terpencil di salah satu propinsi di Sumatera –yang bahkan dia tidak yakin apakah desanya itu ada di Google Maps atau tidak– tapi sejak SD kedua orang tuanya sudah menitipkan ia di kerabatnya yang berada di kecamatan, demi mendapatkan lingkungan dan wawasan yang lebih baik daripada yang bisa didapatkan di desanya.

Singkat cerita ia akhirnya sekolah dan bertumbuh di kecamatan itu hingga suatu ketika ia mendapat tawaran untuk berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Bandung, jauh dari kampung halamannya di salah satu pedalaman Sumatera itu tadi.

Saat mengisahkan cerita dirinya tersebut ia nampak penuh antusiasme dan terus mengucap “Puji Tuhan”, “Puji Tuhan”, yang telah mentakdirkan perjalanan hidupnya itu, nampak ia begitu mensyukuri semua karunia yang telah terjadi padahal ia tidak pernah membayangkan hingga bisa mengenyam pendidikan tinggi, di kota besar pula.

Selesai interview akhirnya saya rekomendasikan kandidat ini ke HRD untuk sebuah posisi yang cocok dengan kompetensi dan kualifikasinya, saya katakan juga:

“Ia orang yang tahu bersyukur kepada Tuhan, dan orang yang tahu bersyukur kepada Tuhan akan menjadi pekerja keras, ia punya energi besar dari rasa syukurnya itu.”

Saya tidak tahu apakah akhirnya kandidat ini akan diterima di perusahaan kami atau tidak, karena rezeki pun rahasia Tuhan, tapi apapun, saya yakin ia akan mendapatkan pekerjaan terbaik untuknya.

Karena Tuhan, yakni Allah, tidak pernah mengecewakan siapapun yang mensyukuri karunia-Nya.

Aamiin.

Penulis : Rangga Primanto > https://www.linkedin.com/in/ranggaprimanto