Tiga Bulan Pertama

Konon 3 bulan pertama di perusahaan baru adalah masa-masa paling crucial bagi pekerja yang baru masuk ke perusahaan baru. Beberapa teman saya menyebutnya masa pencobaan, bukan masa percobaan ๐Ÿ™‚

Saya juga beberapa kali mengalaminya, saya ingat waktu pertama kali bergabung di MENSA GROUP, di tim Pak Andhi Kurniawan. Seumur-umur tidak ada yang berani bilang saya itu bodoh, tidak ada yang berani bilang saya itu lambat, tapi bekerja di bawah kepemimpinan Pak Andhi, membuat saya menyebut diri saya sendiri : “bodoh dan lambat!”. Kenapa? Karena saya merasa Pak Andhi itu orangnya smart, dan kerjanya begitu cepat. Ralat: kerjanya begitu Turbo! Saya yang sudah biasa kerja dengan cepat di pekerjaan-pekerjaan sebelumnya, jadi merasa saya lambat, ketika saya bergabung di tim beliau. Saya bahkan sempat berpikir: Apakah mungkin dia itu Astro Boy?

Butuh waktu yang tidak sebentar sebelum akhirnya saya bisa menyamakan ritme kerja saya dengan beliau.

Di pekerjaan-pekerjaan berikutnya juga demikian, saya ketemu dengan bos baru, atasan baru, tim kerja baru, yang semuanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Saya beberapa kali menghadapi resistensi, dicibir orang, kepentok sistem dan lain sebagainya. Saya tidak bisa menggunakan kunci sukses saya di perusahaan lama untuk langsung sukses di perusahaan baru. Meski merek gemboknya sama, tapi ada bagian yang harus dikikis dulu (dari anak kunci yang saya punya), untuk dapat membuka gembok yang baru. Saya cukup yakin, sebagian besar dari Anda juga mengalami hal yang sama.

Dan kemudian pertanyaannya adalah: sediakah kita dikikis? Sediakah kita menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru? atau nyerah aja deh, kirim CV ke eva.lim@greattogreat.com

๐Ÿ™‚

Dear Great People, Jangan cepat menyerah, jangan mudah memutuskan untuk segera pindah kerja lagi, apalagi usia kerja Anda di tempat sekarang, baru seumur jagung.

Saya tahu 3 bulan pertama itu tidak mudah, tapi mari berikan waktu untuk perusahaan dan juga diri Anda sendiri untuk menyesuaikan diri.

Perhatikan 4 hal ini:

1. Jangan membanding-bandingkan

Jangan bandingkan perusahaan baru Anda dengan perusahaan lama Anda, apalagi jika yang Anda bandingkan adalah kekurangan di tempat yang baru, dan kelebihan di tempat yang lama.

Bukankah Anda sendiri yang telah memutuskan untuk pindah? Terimalah konsekuensinya secara jantan.

Lagipula belum tentu juga, secara keseluruhan tempat baru Anda lebih buruk dari tempat yang lama. Berilah waktu untuk Anda dapat melihat semuanya.

2. Pastikan Anda membawa gelas kosong, bukan gelas penuh

Jangan sok tahu. Jangan mudah menggeneralisasikan, jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan. Kadang ada hal-hal yang penting, terkait dengan values dan culture organisasi, yang tidak dapat Anda temukan di dalam dokumen manapun. Padahal hal itulah yang dapat menjadi kunci sukses Anda di perusahaan ini. Sabarlah, tarik nafas, berikan waktu.

Sadari bahwa organisasi tempat Anda baru bergabung saat ini, adalah organisasi yang unik, yang punya keunikannya tersendiri.

3. Jangan malu bertanya

Pastikan Anda punya Ensiklopedia. Seseorang yang dapat Anda jadikan tempat bertanya di kantor. Jalinkan hubungan baik dengannya. Jangan hanya lakukan pendekatan formal, lakukan juga pendekatan informal, ajak makan, belikan kue, sampaikan kata-kata yang menunjukkan perhatian. Misal: ” Sudah jam makan siang, kamu nggak makan dulu?”, “Oke, sampai besok, hati-hati di jalan ya”, “Anakmu sekarang sudah kelas berapa?” dan lain sebagainya.

Pastikan Anda lakukan dengan tulus, jangan cuma karena ada maunya saja.

4. Sedialah untuk Berubah

Untuk sukses di perusahaan baru, yang pertama harus berubah adalah diri Anda sendiri.

Mungkin Anda harus bangun lebih pagi, karena ternyata walau jarak lebih dekat, kantor baru Anda lebih macet dari kantor sebelumnya.

Mungkin Anda harus menata ulang cara bicara Anda, karena di perusahaan baru, mereka tidak terbiasa ngomong “elo- gua”.

Mungkin Anda harus belajar lagi strategi marketing yang baru, karena customer perusahaan baru Anda, beda segment dengan perusahaan lama Anda.

Mungkin Anda harus memperlancar bahasa inggris Anda, karena sekarang Anda harus report juga ke Head Quarter di Singapore.

Coba renungkan, apalagi yang harus Anda ubah dari diri Anda?

Mengurangi jam tidur? mungkin iya.

Mengurangi jam main game? Kemungkinan besar iya!

Bahkan Anda mungkin akan kehilangan semua waktu chatting di group Anda, saking Anda sibuknya. ….

Dear Great People

Untuk menjalani pekerjaan yang lebih baik, Anda juga harus berubah menjadi orang yang lebih baik. Untuk berubah menjadi orang yang lebih baik, mungkin ada hal-hal yang harus Anda korbankan, ada hal-hal yang harus Anda relakan, ada hal-hal yang harus Anda buang.

Itu semua penting, agar anak kunci sukses yang ada pada Anda, dapat dikikir sedemikian rupa, sehingga cocok dengan gembok baru, yang harus Anda buka di perusahaan baru.

Jangan mudah berkata: “Saya tidak cocok di perusahaan baru”, “Saya tidak betah” dan lain sebagainya.

Sekali lagi saya ingin katakan: Berikan waktu. Waktu bagi Anda dan perusahaan untuk menyesuaikan diri.

Saat ini mungkin Anda menghadapinya dengan bercucuran air mata, tapi suatu saat Anda akan mengenangnya, dan menyebutnya: Berharga!

Have a Great Day Great People

Be Blessed

Milka Santoso – https://www.linkedin.com/in/milkasantoso/