Pemecah Masalah Itu Penting Bagi Organisasi

Pagi ini saya menyempatkan mampir disebuah toko oleh-oleh di bilangan kota Makassar.

Karena faktor usia, saya lupa membawa dompet dan kesulitan melakukan pembayaran. Untungnya saya masih membawa HP yang bisa saya gunakan.

Karena toko tidak menerima pembayaran menggunakan QR code, saya menawarkan untuk membayar menggunakan transfer dari M-Banking kepada pemilik toko atau manajer toko. Namun tidak ada seorangpun yang berkenan membantu.

Padahal saya beli dengan jumlah yang lumayan besar untuk transaksi di pagi hari. Manajer pun sampai mempersilahkan saya untuk belanja di tempat lain karena dia tidak bisa memberikan solusi atas permasalahan pembeli. Mungkin juga karena tampang saya yang acak-acakan kelihatan kurang meyakinkan.

Sampai salah seorang pegawai yang bertugas mengepak barang ke dalam kardus bernama Alya memberikan solusi. Dia menawarkan untuk transfer ke rekening dia dan dia nanti bayarkan ke toko.

Nah..ini. Pemecah masalah!

Saya paling suka dengan karyawan dengan perilaku seperti ini. Bisa berfikir cepat dan mampu membantu memecahkan permasalahan.

Tentu saja Saya menyambut solusinya dengan senyum kegembiraan, ucapan terima kasih dan sedikit apresiasi atas solusinya secara verbal dan dengan melebihkan pembayaran dengan jumlah yang membuat si Manajer tersenyum kecut.

Karyawan seperti ini harus mendapatkan apresiasi dan saya bertekad memastikan pemilik toko mengetahui kejadian ini dan ikut serta memberikan apresiasinya.

Pembuat masalah di organisasi banyak. Pemecah masalah sedikit sekali jumlahnya, dan seringkali kita sebagai pemilik organisasi luput mengidentifikasi mereka.

Yuk, jadi pemecah masalah.

Penulis : DS Adi Pratomo > https://www.linkedin.com/in/ds-adi-pratomo/


By the way, kalau perlu kursus untuk upgrade skill, bisa ke Coursera atau eTraining Indonesia. Keduanya memberi sertifikat yang recognized di dunia industri.


DAPATKAN SERTIFIKAT KOMPETENSI

Perbesar Peluang Karir dan Kerja